Perempuan dalam Bayang-Bayang

Namanya tak pernah disebut. Wajahnya jarang terlihat jelas. Namun kehadirannya selalu terasa.

Ia berjalan menyusuri trotoar dengan langkah pelan, mantel hitam menutup sebagian tubuhnya. Setiap orang yang berpapasan mungkin hanya melihat sosok biasa. Tapi malam tahu lebih banyak.

Dulu ia percaya pada janji. Pada kata “selamanya”. Pada masa depan yang digambarkan dengan begitu indah. Namun malam mengajarkannya satu hal: tidak semua cahaya membawa kehangatan.

Kini ia tak lagi mencari penyelamatan. Ia hanya mencari ketenangan. Dalam gelap, ia menemukan kekuatan yang tak pernah ia sadari sebelumnya.

Karena terkadang, bayang-bayang bukan tempat untuk bersembunyi — melainkan tempat untuk bangkit.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *